Rendi Terjebak Dalam Nafsu Liar Betty Yang Binal & Wati Yang Brutal

 RENDI TERJEBAK DALAM NAFSU LIAR BETTY YANG BINAL & WATI YANG BRUTAL



Judul Cerita: Rendi Terjebak Dalam Nafsu Liar Betty Yang Binal & Wati Yang Brutal

Penulis: SUTINO ANDIKA WIJAYA

Diterbitkan oleh: Cerita Sex Dewasa Taroslot

Kategori: Kisah Nyata


Pemeran:

Rendi – Sepupu Wati & Keponakan Tante Betty

Betty – Istri dari Paman Rendi & Wati

Wati – Sepupu Rendi & Keponakan Tante Betty


Cerita Dewasa TaroslotSuasana rumah Tante Betty petang itu masih lengang. Hanya tampak satu sepeda motor milik Rendy dan sebuah mobil Kijang terbaru yang baru saja memasuki garasi. Rendy dan kakaknya, Wati, berlibur di rumah Tante Betty untuk mengisi liburan kenaikan kelas. Tante Betty sebagai wanita karier sering merasa kesepian karena ia belum bersuami. Ia sangat senang apabila ponakan-ponakannya berkunjung ke rumahnya, apalagi sampai menginap lama seperti yang dilakukan anak dari kakak pertama dan keduanya itu.

Wati baru saja pulang dari rumah Niri saat waktu menunjukkan pukul setengah delapan malam. Melihat suasana rumah sedang kosong ia segera masuk kamar. Matanya tampak sembab menandakan ia baru saja menangis. Meskipun jauh-jauh hari Wati sudah merasakan perubahan sikap Ari, namun tetap saja kaget dengan keputusan kekasihnya itu untuk tidak meneruskan hubungan mereka lagi. Apalagi di telepon tadi, Ari yang mengatakan bahwa mereka tidak cocok seperti dibuat-buat saja. Tapi Susan juga bukan gadis yang lemah. Baginya, tidak ada alasan baginya untuk menjadi gadis yang cengeng diusianya yang telah menginjak delapan belas.

Pintu kamar Wati tiba-tiba saja terbuka. Kepala Rendy muncul dari balik pintu sambil tersenyum.


Baru datang, Kak, tanya Rendy sambil ngeloyor masuk meski kakaknya sedang berganti pakaian. Rendy berjalan acuh tak acuh.

Iya.., jawab Wati singkat. Pikirannya masih sumpek dengan kejadian tadi siang. Segera saja direbahkan badannya di kasur setelah mengganti baju perginya dengan daster tipis.

Kok, lesu gitu.., Kenapa, Rendy yang baru kelas dua SMP itu menghampiri Wati. Ia juga kemudian merebahkan badannya disamping kakaknya tersebut. Wati hanya diam saja seolah tidak mendengar pertanyaan adiknya. Matanya menerawang melihat langit-langit kamar. Rendy pun akhirnya memperhatikan sepupunya tersebut. Wati memang benar-benar cantik. Kadang-kadang ia merasa lebih senang kalau Susan bukan saudaranya. Mungkin karena seringkali ia tanpa sadar mengagumi tubuh Wati. Entah mengapa akhir-akhir ini minatnya terhadap wanita begitu meningkat. Ia bahkan suka sekali melihat-lihat pose wanita di majalah kosmopolitan milik kakaknya itu. Biasanya ia jadi terangsang dan onani di kamar mandi.


Sret.., Sepersekian detik posisi tangan Wati bergerak memangku kepalanya sendiri dan tanpa ia sadari belahan baju di dadanya menjadi terbuka. Melihat hal demikian Rendy jadi sedikit canggung. Ia kebingungan sekaligus menyukai pemandangan itu. Rendy agak berdebar-debar ketika ia semakin jelas melihat lekuk buah dada kakaknya yang tampak ranum dan indah. Apalagi tampak tonjolan puting di balik daster tipis itu. Batang kon**lnya terasa sedikit mengeras.

Karena dorongan hasratnya, Rendy memberanikan diri perlahan-lahan mendekati tubuh Wati. Ia merangkul pinggang kakaknya tersebut. Merasakan sentuhan di tubuhnya, membuat rasa sedih Wati semakin mendalam. Air matanya mulai keluar dan ia segera membalikkan badan membelakangi adiknya. Ia tidak mau menangis di hadapan Rendy. Posisi demikian membuat Rendy bisa merangkul Wati dengan leluasa dari belakang.

Kamu cantik deh.., malam ini.., ucap Rendy tanpa sadar. Wati pun hanya diam saja. Yang ia butuhkan saat ini hanyalah ada orang yang menyayanginya.

Rendy kemudian melingkarkan tangannya ke pinggang Wati. Gadis yang merasa sedang bersedih itu sedikit bergerak lebih mendekatkan badannya ke dalam pelukan Rendy. Ia ingin ada orang yang menghiburnya disaat-saat seperti ini. Respon Wati ini membuat Rendy berani menggerakan tangannya dengan lembut untuk menyentuh bagian bawah buah dada sepupunya. Wati hanya memejamkan mata saja. Posisi tubuh yang berhimpitan itu membuat pikiran Rendy semakin tidak menentu. Apalagi batang kon**lnya yang berhimpitan dengan pantat Wati. Perlahan ia mulai meremas dengan halus buah dada sepupunya tersebut.


Tante Yang Selalu Menggodaku Wati pun dalam keadaan sedang sedih menjadi merasa sangat tenang karena adiknya seperti mengerti kesedihannya. Ia tahan terhadap seorang sepupu. Ia juga membiarkan telapak tangan Rendy membelai-belai buah dadanya yang memang tidak memakai beha. Belaian Rendy pada bagian tubuhnya yang sensitif tersebut membuat jantung Wati sedikit berdebar-debar. Tapi ia segera menganggap wajar sentuhan kasih sayang sepupunya tersebut.

Rendy pun mulai berani menciumi bagian tengkuk leher Wati sambil memasukkan tangannya ke dalam daster Wati. Perasaan Wati menjadi sedikit tidak karuan. Ia mulai menyadari bahwa sentuhan sepupunya bukan lagi sentuhan kasih sayang, tapi di satu sisi ia amat menikmati sentuhan itu. Terutama remasan telapak tangan Rendy terhadap puting susunya. Perasaan sedih yang sedang ia alami seperti berganti dengan keinginan untuk terus dibelai. Ia ingin menghentikan Rendy, namun sentuhan itu membangkitkan perasaan lain dalam kesedihannya. Sentuhan-sentuhan halus itu membuat bulu tengkuknya berdiri. Buah dadanya pun menjadi agak mengeras oleh karena sentuhan dan remasan lembut tangan Rendy.

Ran, mmh.., udah ah.., aku kegelian, akhirnya Wati berusaha menyudahi aktivitas itu.

Ah, aku kan sayang sama kamu, sahut Rendy sambil sedikit ngos-ngosan. Ia masih saja merabai tubuh sepupunya.

 Taroslot Bandar Togel Online dan Bandar Slot Terbesar di Indonesia 2021

Engh, badanku jadi lemas semua nih, tanpa sadar Susan berucap sambil setengah merengek. Kemaluannya bagian bawah pun mulai terasa hangat dan lembab.

Rendy tidak menghiraukan perkataan sepupunya tersebut, ia masih terus meremas-remas payudara Wati. Malah ia mulai memasukkan satu tangannya ke dalam celana dalam sepupunya. Bulu-bulu halus di memek Wati pun terasa di telapak tangan Rendy. Iapun menyentuh bibir memek sepupunya itu. Wati menggelinjang. Nafasnya mulai tidak terkontrol. Kesadarannya pun mulai hilang. Sekilas ia hanya menyadari bahwa ia sedang dicumbui oleh sepupunya sendiri. Memeknya sudah mulai berdenyut-denyut.

Rendy secara lembut namun penuh nafsu mulai merebahkan tubuh Wati. kon**lnya seperti ingin membutuhkan sesuatu. Ditindihnya tubuh sepupunya dengan birahi yang mulai tidak terkontrol. Segera saja ia buka kancing daster sepupunya. Tampak dengan jelas kedua belah buah dada sepupunya yang indah itu dengan putingnya yang telah berdiri tegak. Ia langsung mengulumi puting buah dada sepupunya tersebut.

Ren.., ngmhhnghh.., udah dong.., sshh, ucap Wati ketika sekilas kesadarannya datang. Namun Rendy sudak asyik dengan aktivitas birahinya. Lidahnya mempermainkan puting susu sepupunya dengan penuh perasaan. Mata Wati terpejam dan tangannya membelai kepala Rendy, merasakan kenikmatan jilatan-jilatannya.


Rendy akhirnya mulai tak sabar, ditariknya turun celana dalam sepupunya tersebut. Wati sudah benat-benar dikuasai nafsu. Ia tidak sadar ketika celana dalamnya terlepas. Rendy pun segera memelorotkan celana pendeknya sendiri sampai batang kon**lnya terlihat tegak. Dikangkangkannya kedua kaki Wati dengan perlahan. kon**lnya segera ia arahkan ke dalam pangkal paha Wati. Sleep!, Setengah detik kemudian kon**l Rendy mulai memasuki liang memek Wati. Terasa hangat dan empuk. Sesaat Wati seperti tersadar apa yang sedang terjadi, namun kesadarannya langsung hilang ketika Rendy mulai menggerakan pinggangnya naik turun.

Napas Rendy semakin ngos-ngosan tatkala tubuhnya mulai bergerak menindih tubuh sepupunya yang mulus itu. Buah dada Wati bergoyang-goyang karena gerakan sodokan Rendy terhadap tubuhnya. Semuanya seperti tidak dapat dihentikan begitu saja. Kesadaran Wati pun telah musnah berganti kebutuhan untuk dicumbui. Ia akhirnya juga merespon gerakkan yang dilakukan sepupunya tersebut. Memek Wati berdenyut-denyut ketika kon**l sepupunya terus bergerak dalam liang memeknya. Pinggangnya bergerak berputar-putar dan sambil merintih penuh rasa nikmat.


Ren.., nghh enghhnak.., enghh terusshhsshh, rintih Wati dalam kenikmatan.

Desahan Wati membuat nafsu Rendy semakin menjadi-jadi. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa gadis yang sedang ia entot adalah kakak sepupunya sendiri. Konsentrasi Rendy hanyalah pada gerakan tubuhnya yang maju mundur. Batang kon**lnya seperti dipijit-pijit di dalam lubang memek Wati. Ia semakin mempercepat gerakannya karena terasa sesuatu yang mendesak batang kon**lnya.

Engghh.., yang.., engghh lebihhss kerassh..sshh, Wati mendesah merasa saat itu dirinya telah membubung tinggi. Rendy semakin mempercepat gerakannya. Bunyi kecepak-kecepuk menjadi semakin berirama. Rendy merasa kon**lnya seperti akan meledak. Gerakannya kini telah menjadi hentakan-hentakan. Wati masih terus memeluk erat tubuh sepupunya sambil matanya terus terpejam.

Esshh.., Ahh.., ahh..ampirr.., ashh, Wati mendesah-desah. Ia merasa tubuhnya sudah hampir mencapai puncak. Gerakan tubuh keduanya menjadi sangat cepat.


Tiba-tiba Rendy menghentakkan badannya dengan keras dan lama ke dalam tubuh sepupunya. Kedua tubuh itu tampak bergetar. Tangan Wati pun memeluk tubuh Rendy tak kalah eratnya. Keduanya telah sampai dipuncak kenikmatan.

Adegan kedua sepupu itu tanpa disadari sebenarnya dilihat oleh Tante Betty dari balik pintu. Tante Betty benar-benar bingung dengan apa yang dilihatnya. Ia sebenarnya ingin segera memasuki kamar itu namun ia segera menyadari bahwa hal itu dapat memperburuk keadaan. Beberapa saat kemudian Tante Betty melihat keduanya tampak tertidur. Kedua ponakannya itu terkulai lemas dalam keadaan telanjang. Dengan perlahan ia memasuki kamar itu dan mendekati ranjang tempat dua ponakannya tertidur lelap.


Ia mulai menatap wajah kedua ponakannya dengan rasa galau. Mungkin karena aku terlalu sibuk sehingga hal ini sampai terjadi ucapnya dalam hati. Dengan perlahan ia mulai menaiki kasur dan mendekatkan badannya pada tubuh Wati. Dipeluknya gadis ponakannya itu dengan penuh rasa kasih sayang. Melihat tubuh gadisnya yang sintal dengan buah dada yang ranum membuatnya tersadar bahwa Wati memang mungkin sudah saatnya dewasa. Benar-benar kesalahanku, keluhnya.

Rendy yang merasa ada orang datang mulai terbangun. Kelopak matanya terbuka perlahan dan tampak tantenya memakai daster biru membelakanginya. Lekuk tubuh tantenya tampak indah dalam keremangan kamar. Dalam keadaan setengah sadar, ia masih merasakan kenikmatan yang baru saja dilaluinya bersama Wati. Tak terasa beberapa saat kemaluannya menegang kembali.


Kebutuhan yang mulai mendesak itu membuat Rendy mulai salah tingkah. Tiba-tiba saja ia ingin menyentuh tubuh tantenya yang berada di hadapannya. Apalagi lekuk tubuh tantenya terlihat sangat indah. Namun ia sangat takut apabila tantenya marah. Maka iapun berpura-pura tidur dan memejamkan mata. Dalam keadaan yang mulai birahi kembali Rendy memutar otaknya agar dorongannya tersebut terpuaskan. Maka dengan pura-pura dalam keadaan tidur Rendy menggerakan badannya untuk dapat memeluk tubuh tantenya.


Tante Betty yang merasa tubuh Rendy bergerak segara membalikkan badan dan memeluk tubuh Rendy. Buah dadanya yang hanya dibalut daster biru terasa menyentuh bagian muka Rendy. Tante Betty pun mulai membelai kepala Rendy dengan penuh kelembutan. Diperhatikan ponakan laki-lakinya dari atas kepala dan turun ke bawah. Pasti banyak yang naksir, ucap tante Betty dalam hati melihat kepolosan wajah ponakannya itu.

Tiba-tiba wajah Tante Betty memerah. Tak sengaja matanya menyapu kon**l Rendy yang agak menegang. Ia berusaha menenangkan diri bahwa yang dihadapannya adalah keponakannya sendiri. Namun jantungnya semakin berdebar-debar. Apalagi diusia yang telah memasuki usia tiga puluh tahun ini ia belum pernah disentuh laki-laki. Kebutuhan seksualnya selama ini ia alihkan dengan menyibukkan diri pada pekerjaan. Sebagai wanita matang, selama ini ia belum pernah melihat tubuh laki-laki dewasa dalam keadaan telanjang. Tubuh Rendy pun juga mulai mekar di usia enam belas tahun itu. Tiba-tiba kepala tante Betty terasa agak berkunang-kunang.

Tanpa sadar tangan Tante Betty mulai bergerak mendekati batang kon**l Rendy. Dengan perlahan-lahan agar Rendy tidak terbangun, Tante Betty mulai menyentuh batang kon**l Rendy. Terasa hangat dan agak keras. Dibelai-belai batang kon**l itu dengan penuh kelembutan. Ia membayangkan andai saja batang kon**l itu mendesak-desak di lubang memeknya. Matanya mulai terpejam. Tanpa sadar tangannya yang sebelah meremas buah dadanya sendiri. Terasa ada cairan hangat mengalir di dalam kemaluannya. Mau tidak mau Tante Betty mengakui bahwa ia mulai terangsang setelah menyentuh batang kon**l Ponakannya.

Tiba-tiba saja tangan Rendy bergerak. Rasa kaget itu membuat Tante Betty menghentikan sentuhannya. Ia memejamkan mata sambil berbaring dalam keadaan memeluk ponakannya. Harapannya adalah Rendy menganggapnya tidur.

Merasakan apa yang baru saja dilakukan tantenya terhadap kon**lnya, Rendy menjadi berani. Dibukanya ritsluiting atas daster tantenya. Tampak di depan matanya buah dada yang lebih besar dari kepunyaan Wati. Tampak pula tonjolan mungil puting Tante Betty yang berwarna merah kecoklat-coklatan. Rendy sudah tidak sabar. Ia langsung mengulum puting susu tantenya yang sudah mulai menegang itu. Buah dada tantenya pun mulai terasa mengeras.


Tante Betty kebingungan dengan apa yang dilakukan ponakannya itu. Sekilas hampir saja ia beranjak bangun. Seharusnya ia menegur yang dilakukan ponakannya itu. Tapi jangan-jangan ia tahu apa yang tadi kulakukan, pikir Tante Betty. Ia menjadi takut sendiri kalau hal itu benar-benar terjadi. Pasti bisa memalukan dirinya jika ponakannya melapor pada mamanya.

Akhirnya dengan pasrah, Tante Betty tetap berpura-pura tidur. Apalagi sentuhan lidah Rendy pada putingnya membawa kenikmatan yang luas biasa. Bahkan ia mulai menikmati sepenuhnya ketika kuluman Rendy disertai gigitan kecil. Tante Betty pun mengigit bibir karena cumbuan ponakannya.


Ssshh.., tanpa sadar Tante Betty mendesah penuh kenikmatan saat Rendy mengulum puting buah dadanya. Ia pun memegangi kepala ponakannya dengan penuh kelembutan seperti tidak boleh membiarkan aktivitas itu berhenti. Kesadarannya mulai kabur dan seluruh sendi tubuhnya menjadi sangat lemas.

Rendy tahu bahwa tantenya berpura-pura tidur. Ia juga tahu kalau tantenya benar-benar menikmati semua yang dia lakukan pada tubuh tantenya itu. Hal ini semakin membangkitkan keberaniannya. Ia segera membuka daster Tante Betty sambil terus mengulum puting serta meremas-remas tubuh Tante Betty. Dijilatinya seluruh tubuh tantenya.


Enghh.., ahhng.., ahh.., nggssh, Tante Betty mendesah tanpa mampu menahan apa yang dilakukan ponakannya tersebut. Tubuhnya seperti tidak mau berhenti dijilati. Saat ini dia hanya ingin terus disentuh dengan penuh kemesraan.

Napas Rendy mulai ngos-ngosan. Kebutuhannya untuk memuaskan dorongan kebutuhannya membuat ia segera membuka celana dalam Tante Betty. Pemandangan bulu-bulu halus di sekitar kemaluan tantenya membuat Rendy semakin bernafsu. Diarahkan batang kon**lnya ke dalam selangkangan tante Betty.

Sleep!, Batang kon**lnya pun telah masuk ke dalam lubang memek tantenya. Tante Betty merasakan tubuhnya dimasuki sesuatu yang terasa luar biasa enaknya. Matanya terpejam sangat dalam. Tubuhnya mulai merespon gerakan naik turun Rendy. Nafasnya tidak teratur dipenuhi dengan dorongan nafsu yang mulai tinggi.

Aahh.., esshh.., ahh, Tante Betty mulai mengerang kenikmatan. Ia pun memegangi pantat Rendy untuk membantu gerakan naik turun. Mendengar suara desahan-desahan Wati pun terbangun. Ia sedikit terhenyak melihat tubuh tantenya dalam keadaan telanjang ditindih oleh Rendy. Dilihatnya Rendy dengan penuh nafsu menyetubuhi Tante Betty. Wati pun agak bingung bahwa Tantenya itu justru merepon dengan desahan-desahan. Tangan Rendy memegangi paha Tante Betty dan pinggangnya terus bergerak di sela-sela selangkangan tantenya itu. Melihat adegan sepupu serta desahan tantenya dalam ruangan yang remang-remang ini membuat Wati mulai terangsang.

Tanpa sadar Wati mendekati wajah tantenya itu. Diciumnya bibir Tante Betty. Tante Betty pun dalam keadaan yang sudah di awang-awang segera merespon ciuman itu dengan lumatan yang penuh birahi. Rendy sudah asyik dengan aktivitas maju-mundur untuk meningkatkan kenikmatannya.

Eng.., ssh.., nikmat.., Ren, desah Tante Betty sambil disela-sela ciumannya dengan Susan. kon**l Randy terasa semakin tersedot-sedot. Suara kecepak kecepok menjadi semakin keras dan berirama sering dengan gerakan kon**l Rendy memasuki liang memek Tante Betty.

Wati semakin larut dengan permainan tante dan sepupunya itu. memeknya pun telah menjadi basah karena terangsang melihat adegan sepupu dan tantenya itu. Kepala Wati kemudian bergerak turun. Bibirnya mengulum puting dan tangannya meremas-remas buah dada tantenya.


Enghss.., enghh.., terusshhin.., engshh, Tante Betty semakin merasa terbang di awang-awang. Gerakan Rendy membuat memeknya terasa sangat nikmat. Jilatan lidah Wati pada putingnya semakin membuat nafsunya menjadi-jadi. Nafasnya menjadi semakin tidak teratur. Cumbuan kedua ponakannya memenuhi kebutuhan seksualnya yang sudah tertahan belasan tahun. Tubuhnya pun ikut maju-mundur seiring dengan gerakan Rendy. Ia pun semakin mempererat pelukannya pada Rendy. Gerakan maju-mundur Rendy diimbangi dengan gerakan bergoyang-goyang oleh Tante Betty. Aktivitas ini membuat ia merasa ada sesuatu yang mendesak. Tante Betty semakin mempercepat goyangannya. Ia memeluk Rendy sangat erat sambil terus mengoyangkan pinggulnya dengan cepat. Tiba-tiba tubuh Tante Betty menegang dan memeknya berdenyut-denyut seperti meledakkan sesuatu. Ia merasa tubuhnya hancur berkeping-keping dalam kenikmatan.

Ren.., ganti aku aja.., Tante udah lemas tuh, ucap Wati tanpa malu-malu. Ia segera mengangkangkan kakinya. Nafsunya sudah memuncak dan harus dipenuhi. Seluruh bagian tubuhnya seperti menuntut untuk dicumbui.

Rendy pun menarik kon**l dari kemaluan tantenya yang telah terkulai itu. Diarahkannya batang kon**lnya itu ke arah lubang memek Wati yang telah mengangkang itu. Sleep!, kon**lnya langsung terasa tersedot-sedot. Ditindihnya tubuh sepupunya itu.


Mereka sudah dikuasai oleh birahi yang tak tertahankan. Kebutuhan itu saling memuaskan membuat tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka. Rendy menciumi buah dada Wati sambil pinggang melakukan gerakan naik turun. Wati melingkarkan tangannya pada punggung Rendy.

Enghh terusshh.., Ren.., masukin terus.., enggsshh, desah Susan sambil matanya masih terus terpejam. Dengan perlahan Rendy menarik tubuh Wati agar duduk di atas pinggang Rendy. Posisi ini semakin membuat kon**l Rendy lebih bisa masuk lebih dalam lagi. Tangan Rendy memegangi pantat sepupunya itu. Wati juga merasa memeknya terisi lebih penuh oleh batang kon**l Rendy.

Rendy semakin merasa kon**lnya disedot-sedot oleh kemaluan sepupunya. Wati yang berada di atas tubuh Rendy mulai menggerakkan badannya. Keduanya telah larut dalam gerakan berirama. Rendy semakin memperdalam gerakannya pada selangkangan sepupunya. Wati pun mencontoh gerakan tantenya dengan menggoyang-goyang pinggangnya.

Enghh.., terus.., Ren.., Enghh enaahkk, mata Wati terpejam dan bibirnya mendesah. Rendy terus menggerakan pinggangnya semakin cepat. Goyangan Wati pun menjadi samakin cepat pula. Kedua tubuh itu telah menyatu dalam kebutuhan yang tak tertahankan. memeknya terasa semakin berdenyut-denyut oleh sodokan-sodokan kon**l sepupunya itu.


Lebihh kerashh.., enghh lagi, Wati merasakan tubuhnya akan meledak. Gerakan keduanya menjadi semakin cepat dan keras. Tiba-tiba saja tubuh keduanya menegang secara bersamaan tanda mereka mencapai puncak kenimatan bersamaan. Beberapa saat kemudian ketiganya sudah tertidur pulas dalam keadaan telanjang.

Peristiwa semalam tampaknya dianggap seperti tidak pernah ada oleh Tante Betty. Saat makan pagi, tante Betty tampak berusaha bersikap santai.

Ren, kamu mau kemana hari ini, tanya Tante Betty sambil mengoleskan mentega pada roti tawarnya. Ia sudah mengenakan busana kerja. Blus krem dan rok span abu-abu.

Mungkin ke toko buku, ada novel Shedney Shieldon yang baru, ucap Rendy sambil berpura-pura membaca koran. Ia masih sungkan dengan Tante Betty mengingat apa yang dilakukannya semalam. Ia takut kalau sampai Tante Betty lapor ke mamanya. Bisa-bisa aku dibunuh oleh Papa, pikirnya.

Kalau gitu ini buat beli novelnya, ucap Tante Betty sambil menyodorkan dua lembar uang lima puluh ribuan. Rendy pun mendongakan kepalanya sambil terheran-heran. Dilihatnya Tante Betty mengangguk. Tanda ia harus menerima uang itu.

Makasih ya, Tante, ucap Rendy sambil menyorongkan badannya memeluk Tante Betty, Merekapun berangkulan erat.

Tiba-tiba Tante Betty berbisik, Yang tadi malem jangan kasih tau siapa-siapa ya, Ren.

Iya, Tante. Kemaluan Rendy terasa mengeras.

Terus kalau Rendy takut tidur sendirian, tidur di kamar Tante aja ya, ucap Tante Betty dengan nada datar. Ia tidak mau Rendy menangkap keinginannya. Namun bagi Rendy kata-kata itu seperti undangan yang sangat jelas maksudnya.

Rendy pun sedikit melonggarkan pelukannya dan melihat wajah Tante Betty tampak agak memerah. Hasrat untuk melakukan aktivitas seperti semalam menggelegak dalam dirinya. Tanpa sadar diciumnya bibir Tante Betty. Pertama lembut namun kemudian semakin ganas. Kebutuhannya mulai tak tertahankan. Tante Betty sempat gelagapan dengan apa yang dilakukan oleh Randy. Ia tidak mengira Rendy sudah berani terang-terangan. Namun sekian detik kemudian ia mulai membalas ciuman itu. Mereka saling melumat lidah dan menghisap. Ia bahkan membiarkan tangan Rendy membuka kancing blusnya. Tangan Rendy segera menyisihkan BH dan meremasi buah dadanya. Semakin lama buah dada itu terasa mengeras.


Sudah, Ren. Tante mau ke kantor, ucap Tante Betty sambil berpura-pura tidak mau. Namun tampaknya Rendy tidak peduli. Ia mulai menciumi leher tante Betty dengan lembut. Tangannya yang satu bahkan mulai mengangkat span abu-abu itu hingga celana dalam tante Betty terlihat. Tangan Rendy pun mulai menggerayangi sesuatu yang ada di balik celana dalam itu.


Ash.., neghh, udah, Ren, desah Tante Betty. Ia tidak ingin terlambat. Tender proyek dua M itu bisa hilang, pikir tante Betty. Namun apa yang dilakukan ponakannya ini benar-benar terasa nikmat. Akhirnya ia membalikkan badan dan segera menurunkan celana dalamnya.

Udah, Ren dari belakang aja, ucap Tante Betty sunguh-sungguh. Linda, teman kantornya, pernah mengatakan kalau pria bersetubuh lewat belakang akan cepat ejakulasi. Paling tidak ia masih sempat merasakan persetubuhan dan tidak terlambat ke kantor.


Kesempatan itu tidak disia-siakan Rendy. Dipelorotkannya celana pendeknya. Batang kon**lnya tampak sudah sangat tegang. Perlahan diarahkannya kon**lnya ke memek Tante Betty. Slepp!, kon**l Randy mulai memasuki lubang memek Tante Betty. Lututnya seperti hampir copot ketika kon**l itu masuk ke dalam lubang memek Tante Betty. Tante Betty juga segera merasa lemas. Ia pun segera menahan badannya pada sandaran sofa. Posisinya seperti orang yang akan naik kuda.

Eenghh.., nikmat, terusshh, desah Tante Betty sambil memejamkan mata. Rendy memegangi pinggang tantenya dan terus menyodok-nyodokan kon**lnya ke memek Tante Betty. kon**lnya terasa seperti dipijat-pijat dan disedot-sedot. Ia kemudian ikut membungkukkan badan agar tangannya dapat meremas buah dada Tante Betty yang ranum menggantung.


Gerakan mereka makin lama makin cepat. Tante Betty sudah tertelungkup di sandaran sofa dan Rendy menyetubuhinya dari belakangnya. Kenikmatan itu semakin membuat ia lupa urusan kantornya.

Terusshh, Ren.., enakk, desah Tante Betty.

Beberapa saat kemudian Rendy mempercepat gerakannya. Ia memeluk erat tubuh Tante Betty namun pinggangya masih melakukan gerakan maju-mundur. Tiba-tiba tubuhnya mengejang sambil kon**lnya disorongkan secara mendalam ke lubang memek Tante Betty. Ia telah sampai di pucak kenikmatan. Cret.., cret.., cret, sperma Rendy membasahi lubang memek Tante Betty. Ia kemudian menarik kon**lnya dan segera menjatuhkan badannya ke sofa.


Tante Betty segera menaikkan celana dalamnya dan merapikan blus serta rok mininya. Dilihatnya ponakannya memandang dengan mesra. Tampaknya kecanggungan diantara mereka sudah luntur dan berganti hubungan dua lawan jenis yang saling membutuhkan. Tante Betty pun mau tidak mau mulai mengakui bahwa ia tidak lagi melihat Rendy sebagai ponakannya namun tak lain sebagai pria yang mampu memberikan kepuasan seksualnya.

Udah, ya Tante ke kantor dulu, ucap Tante Betty sambil mendekati Rendy. Mereka berciuman dengan mesra seperti seorang kekasih. Setelah melihat jam di dinding, Tante Betty segera beranjak ke garasi. Ia sudah terlambat sepuluh menit. Tak lama kemudian deru suara mobil pun berbunyi dan semakin lama semakin menghilang. Rendy pun segera memakai celananya dan tertidur di sofa.

Link Terpercaya sebagai berikut : Bandar TogelBandar Bola , Agen SBOBETBandar Casino IndonesiaSlot TerpercayaBandar Slot Online , Taroslot

Silahkan di Add Contact Kami ya Bosku

WHATSAPP : +62813-8453-6907
TELEGRAM : taroslot_bot

LINE : 82116524506
TWITTER : @tarosl0t

Terima Kasih ^^


Komentar