Martha Sekretaris Baru Pemuas Nafsu Birahi Direktur Heri

 Martha Sekretaris Baru Pemuas Nafsu Birahi Direktur Heri


Judul

Martha Sekretaris Baru Pemuas Nafsu Birahi Direktur Heri


Status Cerita

Berdasarkan pengalaman nyata yang diceritakan kembali dalam bentuk fiksi sastra.


Tokoh / Pemeran

Martha

Perempuan 31 tahun, ibu satu anak, kembali ke dunia kerja demi menyelamatkan ekonomi keluarga. Ambisius, tertekan, dan berada dalam posisi rentan.


Heriman Lukito

Direktur Marketing. Karismatik, berkuasa, dan memegang kendali penuh atas keputusan karier bawahannya.


Amri Suami Martha

Karyawan biasa dengan penghasilan terbatas. Menjadi latar konflik ekonomi dan batin Martha


Penulis

(BUDI PERKASA PANJAITAN)

Catatan penulis:

“Cerita ini ditulis berdasarkan pengakuan dan pengalaman nyata yang diceritakan kembali."


Penerbit

Penerbit Senandika Malam

Spesialisasi: Drama dewasa, realisme sosial, dan kisah urban berbasis pengalaman hidup.


Catatan Etis

Karya ini tidak bermaksud menghakimi individu tertentu, melainkan menggambarkan realitas keras yang kerap terjadi namun jarang dibicarakan secara terbuka.

Cerita Sex Dewasa TaroSlot - Pagi itu Martha berdandan lebih lama dari biasanya. Martha, itu namaku, di usiaku yg 31 ini aku sdh lama tdk keluar dan bekerja di dunia selain di rumah tangga. Beberapa tahun Martha hanya mengurus anak dirumah, sehingga terkucilkan dari dunia luar. Kini anakku sdh cukup besar, sehingga bisa kutitipkan ke orang tuaku.


Hari ini penampilanku harus jauh lebih baik dari biasanya..kukenakan sepatu hak tinggi yg lama di lemari. Rambut ku ikat keatas dgn rapi. Kukenakan tank top putih , kusemprotkan sedikit minyak wangi kesukaanku, lalu kudobel dgn blazer. Kugunakan lipstik berwarna pink muda secukupnya, hanya utk membuat bibirku tampak basah.


“hmmmm … masih lumayan jg” ..sambil memegang perutku yg masih rata lalu tanganku menulusuri ke pinggangku.


Kemudian aku berputar melihat pantatku di balut ketat oleh CD g-string warna merah muda. Sengaja kukenakan G-string agar garis CD tdk nampak di rok-ku.


Lalu kemudian aku mencoba menggunakan stocking agar tampak profesional sebelum akhirnya kupakai rok ukuran sepaha warna hitam. ”hari pertama diterima kerja di perusahaan besar, aku tdk boleh gagal ! ”Maka berangkatlah aku naik taxi ke pusat kota.


Suami Martha hanyalah karyawan kecil dgn gaji kecil, selama ini ekonomi keluarga cukup sulit. Dan Martha punya ambisi utk mencari uang sendiri, perdebatan panjang dgn suami mengenai bagaimana istri bekerja dgn penghasilan lebih besar sdh terjadi berkali kali, sampai akhirnya Martha diijinkan.


Banyak janji terucap agar dirinya diijinkan bekerja. Seperti “Nanti gajiku akan bisa menopang uang makan sehari-hari, dan gajimu buat ditabung membeli mobil atau rumah” “Nanti aku tdk akan lagi minta uang saku dari kamu” dll dll dll. Karena itu Martha tdk boleh gagal sedikitpun, apalagi setelah diterima kerja dgn gaji 3 kali lipat gaji suaminya.Sesampai di kantor, Martha sdh kebingungan.. aduh aku harus menemui siapa ya.katanya aku akan ditraining hari ini. ‘haduuh aku terlambat setengah jam lagi… gara-gara demo demo itu sih’.


“Permisi mbak , sy staf marketing baru, hari ini sy akan di training.. dgn pak… siapa ya..sy lupa”

“Nama siapa?” tanya front desk officer dgn ketus…

“Nama sy Martha”

“Oooo Martha… tadi sdh ditunggu sama trainernya setengah jam lalu, tp karena lama nggak muncul di tinggal keluar dulu, hari pertama ya?”

“Iya betul mbak”

“Hari pertama koq udah telat sih..”

“Iya tadi jalanan macet mbak..”

“Yaah…selamat deeeh..”

“Gimana mbak..maksudnya gimana ?”

“Yaa… gini… dulu pernah jg ada yg telat di hari pertama masa percobaan, langsung dihentikan”


Deg ! Jantungku serasa berhenti sejenak.


“Aduuh masak gitu sih mbak”

“Ditunggu aja nanti trainernya kembali ya, dia yg menentukan, bukan sy”


Sembari duduk menunggu hampir 2 jam lamanya. Martha terus memutar otak akan apa yg terjadi, membayangkan seribu skenario yg mungkin akan terjadi. Tp satu hal yg paling ia takuti yaitu kalau dia dipecat.Akhirnya muncul seorang bapak di depan kantor, penampilannya cukup macho dgn celana panjang dan T-shirt hitam membuat lengannya dan lekuk otot lengannya keliatan.Dan staf front desk itu menyapanya


“siang pak, ini tadi staf baru yg bapak tunggu setengah jam”

‘sial bener ini staf front desk, pakai bilang tunggu segala’


Segera aku berdiri dan bersalaman.


“siang” jawab bapak itu singkat.

“mari ikut sy”


Segera ku ambil tasku dan berjalan mengikutinya melalui staf-staf lain turun lift kemudian melewati lorong lorong sepi sampai di sebuah ruangan cukup besar. Ditengahnya ada meja panjang dikelilingi kursi, dan disekeliling ruangan banyak alat kesehatan yg dipajang berputar mengelilingi ruangan.“Duduk” perintah bapak itu. Segera aku duduk. Dia menatapku..dan aku terdiam memandang balik tatapan tajamnya.


“Kamu tdk minta maaf ?! kamu membuat sy membuang waktu, waktu itu sangat berharga, apakah kamu menghargai waktu?”

“ehh..iya..pak..sy minta maaf..tadi sy terlambat karena jalannya macet ada demo”

“Tdk perlu menyebutkan alasan! minta maaf secara tulus tdk perlu alasan”

“ehh..iya pak maaf..” dgn suara mulai gemetar.

“Kamu ingin kerja disini kan? seberapa jauh kamu ingin mempertahankan pekerjaanmu disini? kamu tau, sy sempat berpikir kamu punya potensi, bahkan bisa sy promosikan jadi supervisor dgn gaji 2x lipat sekarang, tp kalau gini… ”

“Sy sangat ingin kerja disini pak, sungguh mati sy niat kerja pak, tolong kasih sy kesempatan pak, sy tdk bisa pulang kalau sy gagal pak.. sy sungguh akan malu” mata Martha berkaca-kaca.

“Oke, sy kasih kamu kesempatan, tp jangan sia-siakan kesempatan ini, kamu tau nama sy siapa? jabatan sy apa?” sambil tetap berdiri memandang tajam ke Martha.

“Ehh.. pak Amri..”

“NGAWUURR! nama sy pak HERIMAN LUKITO, jabatan sy direktur Marketing, masak kamu lupa nama atasan kamu, kan dulu sdh dikenalkan HRD, wah repot..nama customer bisa bisa kamu lupakan nanti”

“tdk pak…sy akan ingat ingat baik baik” Pak Heri hanya memandang terdiam..


Tiba — tiba


“Sy tdk bisa memberi kamu kesempatan lagi, sebaiknya kamu keluar aja”

“Paak.. tolong pak…jangan pak…sy harus bekerja disini pak. Sy yakin sy pasti bisa asal dikasih kesempatan”

“Kesempatan sdh sy berikan” Kata pak Heri.

“Tolong pak sy bersedia melakukan apapun asal jangan dikeluarkan pak”

“Kamu yakin ? karena bekerja disini memang membutuhkan tuntutan yg tinggi, di imbangi dgn gaji yg tinggi”

“iya pak, sy mohon pak, disuruh apa aja sy siap”

“Oke kalau gitu, coba kamu jelaskan dan peragakan cara penggunaan semua produk disini”.Segera Martha berdiri dan mendekati alat peraga yg ada nomor 1, sebuah baju operasi.Pak Herman memandang tubuh Martha dari ujung kaki sampai kepala..’mmm sexy…’

“Ini adalah baju operasi yg digunakan ketika pasien akan di operasi”

“Dan ini adalah alat radiologi sejenis rontgen” lanjut Martha.

“Sebentar… Martha, kamu lepas blazermu, sy alergi bahan kain seperti blazermu itu bikin hidung sy gatel”

“Oh..maaf pak” segera aku melepaskan blazerku dan kusimpan dlm tas.


Hanya menggunakan tanktop dan rok sepaha membuat Martha tampak makin sexy..kulitnya yg putih makin terlihat, bahu dan lengannya tampak menggiurkan, dlm hati pak Heri mengaggumi ibu 1 anak ini.


“Ya lanjutkan!”

“Baik… ini adalah tiang utk menggantungkan alat infus..ujung atas ini utk mengkaitkan botol infusnya”.Sambil menunjuk ke atas, tampak lekuk badan Martha memang sexy, ketiaknya putih bersih, dan dadanya membusung ketika Martha menggapai ke atas.

“Sedangkan ini, adalah kursi utk wanita melahirkan, posisi kaki diletakan di atas sini dan wanita yg akan melahirkan”


“Kalau ini , ini adalah temperatur utk mengukur suhu badan, paling akurat bila digunakan di rectal atau di anus”

“ini utk memeriksa pap smear..atau memeriksa liang meqi”

“STOP !! Sy minta kamu memeragakannya, tdk hanya menunjuk nunjuk dan ngecipris, kamu harus tunjukkan cara penggunaannya agar customer jelas saat kamu presentasi,

“Sekarang ulangi dari awal” perintah pak Heri…


darahnya berdesir melihat body Martha yg mulus dan sexy…pahanya..dadanya..lekuk lengannya..lehernya …ketiaknya…semua menggiurkan.


“Kamu coba peragakan baju operasi itu”

“Begini pak ?” sambil memasukkan satu tangannya ke lubang baju hijau itu..

“MANA BISA KAYAK GITU !” pak Heri segera berdiri dan menghampiri.Tangannya memegang bahu Martha..meraba kulitnya yg mulus dan empuk..


”LIHAT INI..BAGIAN DLM BAJU INI DIRANCANG KHUSUS ! utk langsung menempel kulit sehingga tdk akan jatuh atau tertiup walaupun tanpa diikat, jadi kamu harus lepas bajumu. itu ada tempat ganti” sambil menunjuk pojok ruang yg di tutupi selambu.


Aku berjalan kesana sambil berpikir…’aku harus berhasil, aku harus berhasil’tanpa pikir panjang dibalik kelambu itu kulepas tanktopku..kemudian aku berpikir lagi ‘Apa BH ku jg harus aku lepas?…kalau harus menempel kulit berarti harus dilepas, karena bagian punggungnya terbuka sama sekali.Maka kulepas saja BH itu.


Sementara diluar selambu, pak Heri sedang melihat pemandangan luar biasa.lampu terang dibalik selambu itu malah membuat isi dlm selambu terlihat cukup jelas dari luar.. dari dlm malah tdk bisa melihat keluar. ‘Wow…susunya terlihat remang-remang dibalik selambu…mmmm putingnya samar samar keliatan … susunya kenceng jg keliatannya’ guman pak Heri.


Martha keluar dari balik selambu menggunakan baju operasi hijau menempel bagian atas tubuhnya… unsur dingin seperti air pada baju yg menempel kulitnya membuat putingnya menegak.. dan karena baju itu ternyata menempel erat bagian depan tubuhnya, bentuk dan lekuk tubuhnya keliatan sangat jelas. Seperti di cetak atau seperti mengenakan baju tipis yg basah…


“Coba kamu jelaskan, apa kelebihannya dan tunjukkan !”


Martha sdh belajar banyak soal produk produk ini, walaupun belum hafal seluruhnya tp dia ingat mengenai kelebihan baju ini..


“Ini pak, tdk perlu lama lama mengikat bagian belakangnya… seperti bisa dilihat bagian belakangnya terbuka tanpa tali.. sehingga proses operasi bisa langsung dilakukan” Punggung Martha bisa dilihat jelas oleh Heri, dia jg bisa melihat bekas tali beha yg membekas di punggung Martha.

Lekuk punggungnya mengalir kebawah dan hilang dibalik rok hitam Martha.


“Semua ditopang dibagian depan dimana ada gel yg mudah menempel kulit tanpa membuat kulit iritasi” lanjut Martha.


Pak Heri tersenyum tipis melihat lekuk toket Martha. ia bahkan bisa melihat lekuk puting Martha.


“Sekarang coba kamu peragakan kursi utk melahirkan itu!”

“Ehh..baik pak, sy ganti dulu ya pak?”

“Tdk perlu, jangan buang waktu”

“Ya pak” sembari berusaha naik ke kursi melahirkan yg agak tinggi itu, posisi kursinya miring, sehingga begitu duduk langsung Martha terjatuh tersandar di kursi dan kakinya menggantung.


Tp bukan disitu posisi kaki yg seharusnya. Dia masih harus menaikkan lagi lebih tinggi. Dgn posisi paha menjepit Martha meletakan kakinya lebih tinggi di tempat kaki yg ada ditengah. Martha berusaha menutupi isi roknya dgn cara menekan roknya.


Pak Heri berdiri dan mendekat begitu kaki Martha sdh naik ke posisinya.


“Kamu lupa menjelaskan bahwa tangan ibu hamil dapat berpegangan di atas sini, sehingga mempermudah proses melahirkan!” sambil mengarahkan kedua tangan Martha ke atas di atas kepalanya dimana disana ada pegangan.


Mata pak Heri melirik lekuk ketiak Martha yg tampak sexy. Posisinya tampak pasrah tak berdaya.


“Dan ini harusnya tombol ini ditekan!” lanjut pak Heri.


Tombol itu mengerakan posisi kaki yg tadinya keduanya ditengah, sekarang melebar..


“Eh..” Aku kelabakan ketika tiba tiba kedua kakiku ditarik melebar, dan tampaknya pak Heri tdk berhenti berhenti menekan tombol itu,sampai kedua kakiku terbuka 130 derajat mekangkang.


Rokku yg berusaha kutahan otomatis terdorong naik oleh pahaku sendiri ke arah pinggang, dan bagian bawah rok-ku terdorong sampai ke pantatku.Celana dlm G-stringku pasti keliatan jelas bila pak Heri berputar kearah sini.


Dan benar… pak Heri berjalan santai memutari kursi dan berhenti pas di depan selakanganku yg terexpose.


“hmmm… ” sambil memandangi dgn leluasa paha mulus Martha… melihat pori-porinya yg merinding…dan selangkangan Martha, gundukan kecil ditengah yg hanya tertutup kain pas hanya menutup bibir bawah Martha.


Dlm hati pak Heri mengguman ‘ WOW… sexy sekali… dan apa itu..ada basah-basah di selangkangannya..dan kayaknya ada spot basah di celana dalamnya, apa dia jg terangsang?’


Pak Heri melirik ke arah ibu Martha yg sedang menutup matanya.. mungkin ia malu.Segera pak Heri mengeluarkan HP cameranya dan klik.memotret selangkangan Martha lengkap dgn wajah Martha yg sedang menutup wajahnya.


Tanpa menurunkan Martha dari posisinya pak Heri melanjutkan dgn memberikan termometer anus..


“sekarang coba peragakan cara penggunaanya, ingat sy mau kamu peragakan !”


Martha membuka matanya dan melihat termometer di tangannya.. ‘aduuh ini kan Rectal termometer’ pikirnya dlm hati.’apa baiknya aku pura-pura salah aja ya? tp nanti bisa-bisa aku dipecat, kalau aku dipecat bagaimana pembayaran cicilan rumah, mobil, bisa-bisa disita semua, dasar .. semua ini gara-gara suami tak berguna !’


“Begini pak” sambil berusaha mengarahkan termometer itu ke ketiaknya dan dijepitnya.

“BUKAAN ! Mana bisa itu dijepitkan disana ! jelas itu salah.. Kamu mau keluar dari pekerjaan ini ? atau kamu mau belajar cara yg benar ??, kalau kamu mau sy akan mengajari cara yg benar.” Pak Heri ingin memastikan apakah dia bisa melanjutkan permainan ini atau tdk.


Martha sambil mengangguk dan memandang pak Heri menjawab dgn suara pelan “Sy mau belajar pak, sy siap”.


“Ini adalah rectal thermometer , kamu lihat ujungnya yg lebih gemuk dari biasanya dan lihat ujungnya yg tercover dgn stainless steel tampak lebih panjang.. sy akan tunjukkan cara pakainya” Sambil pak Heri memegang kedua paha Martha dan mendorongnya mengkangkang lebih lebar.


Pak Heri melirik Martha ingin melihat responnya. Nampaknya Martha sdh pasrah… ia hanya memejamkan mata dan nafasnya tampak lebih cepat, bibirnya dikulum kedalam.


“Sy harus mendorong celana dlm ini ke samping..ehm..” diselipkannya jari telunjuk dan jari tengahnya ke dlm karet celana dlm g-string Martha, dan kemudian ditariknya kesamping ‘WOW !!’ dlm hati pak Heri terkagum melihat pemandangan luar biasa dimana tampak rambut-rambut kemaluan Manda ditengahnya nampak dua gundukan bibir meqi Martha yg mengapit sebuah butir itil, ditengahnya keliatan lubang kenikmatan itu, tampak basah, bahkan ada cairan bening mengalir ke bawah melalui tengah-tengah cepitan pantat putih Martha, cairan itu berhenti pas di anus Martha yg berwarna krem muda.


Martha nampak terengah-engah, sensasi dlm kondisi tak berdaya dibawah otoritas pak Heri yg berkarisma membuat dia terangsang. Jari pak Herman entah sengaja atau tdk , sembari menarik celana dalamnya jg menyentuh bibir luar meqi Martha. Mata Martha sayu menatap pak Herman yg sedang membasahi ujung thermometer ludah di mulut pak Herman.


kemudian pak Heri menunduk sedikit, mengarahkan thermometer itu ke anus Martha dan ketika ujung thermometer yg dinginitu menyentuh kulit anus Martha, Marthasedikit melompat dan kakinya menegang..


“Martha, ini satu pelajaran yg penting kamu harus dengar, bila pasien sedang tegang maka termometer akan sulit masuk, jadi sebaiknya di relax-kan dulu, begini caranya” Pak Heri mengambil kursi dan duduk pas didepan selangkangan Martha kemudian… jari telunjuk pak Heri yg sdh basah dgn ludahnya sendiri di gosok gosokan memutar mengelilingi anus Martha yg menegang dan menjepit erat.


Gerakan jari-jari nakal pak Heri ternyata membuat Martha merasakan sensasi nikmat yg berbeda.. mulutnya sedikit terbuka, dan nafasnya tersengal sengal.Telunjuknya terus berputar sambil menekan-nekan anus Martha. Kenikmatan yg dibuatnya membuat Martha semakin relax dan menerima jari itu, anusnya semakin renggang dan jarinya semakin bisa menekan lebih jauh.Setelah 2 putaran ‘bleeess’ jari itu masuk. Dan Martha melenguh “Uhhhmm”, tubuhnya mengeliat, dadanya membusung sebentar.


Melihat itu pak Heri tdk menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja dia mendekatkan wajahnya ke meqi Martha yg sudha basah itu, dan mencium aroma-nya yg wangi sebelum kemudian menjilat itilnya.”uuuummmmhhh” Martha semakin mengeliat, dia berusaha melihat kebawah dan melihat kepala pak Heri sdh berada diantara kedua kakinya, sekarang dia tahu itu lidah pak Heri.


“Jangan..pak Heri…” suaranya lirih hampir tak terdengar.. dirinya jg ragu.Pak Heri meneruskan memainkan lidahnya di itil Martha. Martha kelonjotan nikmat dari lidah pak Heri membuatnya lupa diri.


Sementara menjilati jari telunjuk pak Heri masih terbenam dan dijepit oleh anus Martha. Jari itu bergerak maju mundur. Jilatan pak Herman semakin intens dan terkadang dihisapnya itil Martha.


“ahhh…ohhh my… sshhh ahhhh”

“uhhhmmmmmmhhh mmmhhhh” Martha terus mendesah dan melenguh tak tertahankan.


Sampai akhirnya orgasme itu meledak di dlm tubuhku…


“ummmmhhhhhhhh haaaaahhhhhhh ahhhhh achhhhh” tubuhnya kelonjotan meliuk-liuk..tp pak Heri tak berhenti dan itu membuat Martha semakin menyentak nyentak kenakan…sampai akhirnya rasa nikmat itu terganti dgn rasa geli yg luar biasa…

“Stooppp dulu pak …jangaaan…geli….” sambil tangan berusaha mendorong kepala pak Heri.


Pak Heri segera berdiri dan berjalan ke samping Martha bersandar, segera ia buka celana panjangnya dan menarik keluar Penisnya yg sdh tegang dan berdenyut dari tadi. Diarahkannya penis itu ke wajah Martha. Manda. Martha seperti terhipnotis dgn Penis yg tegang dan berurat itu, segera dipegangnya dan dielusnya, ia mengaggumi bentuk dan ukurannya yg jauh berbeda dgn milik suaminya.


Pak Heri yg sdh tdk sabar merasa tdk cukup dgn elusan tangan Martha. Ia memegang kedua pergelangan tangan Martha dan menekannya dan menahannya dgn satu tangan di atas kepala Martha.


Pak Heri ingin agar dia di sepong, tp setelah melihat Martha dlm posisi seperti itu ia terhenti utk mengagumi wajah Martha lekuk lehernya..bahunya yg keliatan putih mulus dan ketiaknya yg bersih…hmmmmm, pak Heri lalu menunduk dan mencium bibir Martha, menjilat bibirnya dan terus menjilat turun ke leher Martha sampai ke ketiak Martha…ia menciumi aromanya dan kemudian menjilat dgn rakus…sesekali di hisapnya dan diciumi, daerah ini ternyata sensitive buat Manda, seperti ada setrum yg mengaliri badannya dan mengalir memerintahkan meqinya utk mengeluarkan cairan lendir kenikmatan,


Pak Heri yg merasa terganggu dgn baju rumah sakit itu, dgn satu sentakan pak Heri menarik lalu melempar baju itu ke lantai.Ketika baju itu ditarik, Toket Martha serasa ditarik sesaat kemudian dilepas lagi, bahkan toketnya masih bergoyang sesaat kemudian.


Pak Heri berhenti sembari berdiri utk memandangi tubuh wanita setengah telanjang dihadapannya, toketnya membulat nampak begitu ranum, dan puting kecoklatan warna khas orang asia, kulitnya putih mulus dan perutnya tak nampak seperti seorang ibu, kakinya mulus dgn posisi mengkangkang di atas pegangan kursi yg memang di desain utk orang melahirkan.


Ia lalu menunduk lagi, kali ini sasarannya adalah puting yg dari tadi hanya dia lihat dari balik baju, kini bisa ia rasakan di dlm mulutnya… bisa ia kulum dan bisa ia hisap sepuasnya.


’Shhhh…ccrrrrppp…cruup…crrreepp’ hisapan-hisapan pak Heri menimbulkan bunyi-bunyian yg terdengar nikmat.


Bunyi itu diikuti lenguhan wanita yg dihisap putingnya


“mmmmppphhhhhhh…aahhh…ooohhhh….mmmpphhh oooohhh”

‘Crrrup srrrp ssshhhep’ puting Martha dijilat dikulum di mainkan dgn lidah didalam mulut pak Heri. Meqi Martha semakin basah…lendirnya terus diproduksi karena rangsangan rangsangan pak Heri dan meqi itu serasa ingin disentuh, ingin di perhatikan dan di masuki.


Tp pak Heri masih ada rencana lain, dia berdiri tegak dan masih menahan kedua tangan Martha diatas, ia mengarahkan penisnya ke arah bibir Martha dan mengosokannya di mulut Manda.Manda dgn pasrah memiringkan mukanya sambil membuka mulutnya dgn mata merem melek memandang pak Heri, Pak Heri pun segera mendorong penisnya masuk ke mulut hangat Martha.


“OHHHH ENAK … MULUTMU ENAK BANGET…”

“Srrrp …ssrrrpp…crrp crpp” pak Heri mendorong maju mundur penisnya, seperti sedang mengentot mulut Martha.


Dan semakin lama penis itu masuk semakin dlm..menyundul tenggorokan Martha, padahal baru 3/4 dari ukuran semuanya yg masuk, tp sepertinya Martha sdh agak kelabakan..


“Emmmppphhh” sesekali Martha seperti protes berusaha mundur menarik nafas..tp hanya sesaat kemudian pak Heri kembali mengobok mulut Martha dgn penisnya maju mundur.


Kali ini dgn tangan satunya memegang rambut bagian belakang kepala Martha, ia menahan kepala Martha agar tdk mundur, dan mendorong penisnya masuk seluruhnya..sampai hidung Martha terbenam diantara jembut pak Heri. Penis itu masuk ke tenggorokan Martha dan tenggorokan itu seakan memijatnya ketika Martha tersentak-sentak ingin menarik nafas. “Ugghh” Kenikmatan luar biasa membuat pak Heri mengulang-ulangnya..sampai air liur Martha menetes netes dan membasahi penisnya.


Kemudian pak Heri mengambil posisi berdiri di antara selangkangan Martha. Ia menarik lagi g-string Martha, kali ini dgn kasar sampai talinya putus.. dan melemparnya ke lantai.


Ia lalu menggesek-gesekan penisnya ke itil Martha yg masih berdenyut nikmat.


“uhhmmm” Martha masih merasakan sedikit geli tp enak.


kemudian dgn satu sentakan pak Heri membenamkan Penisnya kedalam lubang meqi Martha yg segera menjepitnya…


“Ouuuggghhhhhh” lenguh pak Heri , diiringi desahan Martha

“oooooooohhhhhmmmmmmhh”


Pak Heri mengentot Marthadgn sentakan sentakan sampai toket Martha turut bergoyang, melihat itu pak Heri yg gemas meremas toket kiri Martha dan memilin puting toket kanan Martha.


“aaahhhhh” “OHHH YESSS…MARTHA…NIKMAT SEKALI”

“ceplak..ceplak..crp” Bunyi pinggul pak Heri menghantam pantat kenyal Martha.

“Ohhhh…pak He…Riiiiiii…uhhmmmm ahhh”


Puas memilin puting toket Martha, pak Heri ganti meremas-remas pantat Martha, sesekali di ceplesnya pantat itu “PLAAAK”


“Aaach” Kemudian pak Heri menggosok-gosokan jempolnya di belahan pantat Martha sambil terus mengeluar masukkan Penisnya yg keras ke dlm lubang meqi Martha yg hangat dan basah.


Jempolnya menemukan area lunak yg sedikit keriput di antara belahan pantat Martha, ia kemudian menekan jempolnya disitu..sampai jempol itu masuk ke lubang pantat Martha....


“aaaccchhhh..”

“OH YESSS !!”

“Ceplak crrrp crrp, PLAK!”

“oucchhh” Martha mengeliat geliat dan mendesah desah, kedua tangan Martha memegang kedua toketnya, karena goyangan yg begitu dahsyat membuat tubuh Martha tersentak sentak oleh dorongan pak Heri.

“OHH YESSSHH…I’m fucking you ibu Martha”

“pak..si..git…uhhh”


Tiba-tiba pak Heri memperlambat ritme dan menarik keluar penisnya yg basah dgn lendir Martha. dan mencabut jempolnya dari lubang pantat Martha. Ia mengarahkan penisnya ke lubang Martha yg belum pernah dientot orang dan ketika kepala penis itu menekan lubang itu…Martha tdk meronta..ia hanya menurunkan tangannya utk mengosok itilnya sendiri.


Kepala penis itu pelan pelan masuk ke anus Martha, dan sekarang sdh tdk nampak lagi dari luar.


“OHHHHH… SEMPIT BANGET…KAMU CANTIK SEKALI MARTHA!”

“uhhhhhhhhhhhhhhh aaahhhhhh” dan pak Heri mendorong masuk keseluruhan penisnya.


Pak Heri memulai dgn gerakan-gerakan maju mundur kecil dan semakin lama semakin besar gerakan mengentot itu.


“Oooohhhhh…aaaaaaahhhhhhhhhhh” baru kali ini Martha merasakan pantatnya di entot. Seringkali suaminya minta utk main anal, tp ia tdk pernah mengijinkan. Kali ini dgn pasrah dan lepas kendali ia dientot oleh atasannya.


Martha terus memainkan itilnya, dan pak Heri terus mengentot Martha sambil menunduk tangannya meremas toket Martha yg putih montok dan mulutnya mengulum,menyedot putingnya. Sensasi yg ditimbulkan tak tertahankan lagi bagi pak Herman dan Martha. Bersamaan mereka mencapai puncak orgasme!


“OOOOOHHHHHHHHH HHHHH FUCK YOU MARTHA!! I LIKE YOU !! ARRRHHHH”

“uhhhhhmmm shhhhh Ohhh enaaaaaaaaachhhhh uhh hehh haahh” Martha mengeliat geliat merasakan orgasme yg luar biasa, mulutnya terbuka dan matanya terpejam.Pak Heri menyemprotkan cairan sperma hangat di dlm pantat Martha..

“ahhhh hahhh…uhhhh ahhh” mereka berdua terengah-engah dan badan pak Heri menindih badan Martha... keringat mereka saling menyatu.


Pak Heri bisa mencium aroma wangi Martha bercampur dgn aroma sex mereka.Penisnya masih didalam anus Martha dan pelan pelan melunak sampai akhirnya penis itu keluar dgn sendirinya…cairan spermanya jg ikut tumpah menetes dari anus Martha yg masih berdenyut denyut.


Pak Heri lalu berdiri mengambil Ponsel-nya di meja dan memotret Martha yg telanjang bulat dan penuh keringat, dari lubang pantatnya tampak putih-putih cairan yg keluar..


“Jangan pak !” Martha berusaha menutup wajahnya, tp sudaah terlambat, foto itu sdh diambil.

“Mulai sekarang kamu sy angkat jadi sekretaris sy! dan gajimu akan sy ajukan kenaikan 2 kali lipat”


Martha berusaha berdiri tp kakinya masih lunglai, ia berdiri sambil bersandar dikursi melahirkan itu

“terima..kasih..pak”


Ada rasa lega sekaligus kuatir di dlm dirinya.


Martha memunguti pakaiannya, sementara pak Heri hanya perlu memakai kembali celananya. Setelah itu pak Heri mengeluarkan satu stel pakaian dari lemari dan kemudian diletakan di atas meja tengah.


”Itu seragammu! lepas semua rok dan celana dlmmu, disitu sdh ada lengkap dgn dlmannya, semua baru dan bersih, AYOO CEPAT… KITA DITUNGGU MEETING SEKARANG”

“Besok dan seterusnya, kamu akan masuk ke ruangan ini dan berganti baju seragammu, semua akan sdh disiapkan di loker itu, pulangnya kamu boleh ganti baju kamu lagi, tinggalkan saja baju seragammu di loker, akan ada yg mencucinya”

“iya pak”.. segera Martha berganti dgn baju seragam yg baru diberikan..


Setelah semua dipakai aku tdk bisa melihat diriku sendiri, karena disana tdk ada cermin besar. Tp aku merasa sedikit kurang nyaman dgn rok ini, benar-benar rok mini, hanya satu setengah jengkal dari pusarku. Aku sdh berusaha menariknya tp memang ukurannya hanya segitu, kalau utk pinggangnya karena ada karetnya, jadi tentu nyaman saja, hanya mini-nya ini bener bener dech.. udah gitu bagian samping rok kanan dan kiri ada slit (belahan) dgn ukuran setengah jengkal.


Bajunya cukup bagus, tp kutungan, dibagian tengah ada kerah yg cukup lebar dgn belahan agak rendah, push up bra yg tersedia malah membuat belahan dadaku semakin ditonjolkan. Kainnya putih dan cukup tipis.. beha hitam yg kupakai sedikit menerawang dari depan maupun belakang. Pusarku saja samar-samar jg terlihat.

Taroslot Bandar Togel Online dan Bandar Slot Terbesar di Indonesia 

Tp tdk ada waktu lagi, karirku baru saja dimulai dan aku harus menyelamatkan seluruh keluargaku dari bencana keuangan di tengah krisis ini. Ambisiku utk menjadi kaya sangat besar, dan ini mungkin pengorbanan yg diperlukan utk mencapai puncak kesuksesan.


“MARTHA !” lamunanku terburai karena panggilan pak HerI.


Meeting pertamaku di ruangan itu ada 8 orang lain yg sdh duduk.Dan meeting itu dipimpin oleh pak Heri, ternyata pangkat dia tinggi jg. Semua nampak hormat sama dia, lebih dibilang menjilat. Beberapa cowok melirik terus ke pahaku, aku memang kesulitan menahan belahan rok utk membuka ketika duduk, sehingga rok yg sdh mini ini makin terbuka aja.Tp semua berjalan lancar. Dan aku sdh dikenal sebagai sekretaris pribadi pak Heri.

Link Terpercaya sebagai berikut : Bandar TogelBandar Bola , Agen SBOBETBandar Casino IndonesiaSlot TerpercayaBandar Slot Online , Taroslot

Silahkan di Add Contact Kami ya Bosku

WHATSAPP : +62813-8453-6907
TELEGRAM : taroslot_bot

LINE : 82116524506
TWITTER : @tarosl0t

Terima Kasih ^^

Komentar